Rabu, 08 Februari 2017

LAPORAN TUGAS AKHIR XXXIV A




ABSTRAK

Pasar Ikan Higienis (PIH) merupakan program dari pemerintah yaitu Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan angka konsumsi ikan di Indonesia. Untuk wilayah Kalimantan Selatan khususnya di Banjarmasin, pemilihan site  Pasar Ikan Higienis bertempat di daerah Banjar Raya pada jalur bantaran Sungai Barito yang merupakan daerah penyuplai hasil perikanan di Banjarmasin dan sekitarnya. Di daerah Banjar Raya ini terdapat Pelabuhan Perikanan yang akan dipadukan dengan massa Pasar Ikan Higienis pada perancangannya untuk efektivitas ruang dan tata massa yang optimal.
Pada umumnya, pasar ikan menghadapi berbagai masalah seperti kondisi ruang yang kumuh, tidak teratur, kotor, berbau amis, dan becek. Untuk memecahkan masalah tersebut, perlunya suatu  penerapan standar higienis pada konsep perancangannya agar didapatkan  perancangan Pasar Ikan Higienis sebagai tempat belanja ikan yang nyaman sehingga meningkatkan minat masyarakat berbelanja dan mengkonsumsi ikan.
Metode perancangan yang digunakan terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap pengumpulan data yang terdiri dari studi literatur, observasi lapangan, studi banding, dan wawancara; tahap analisis data, dan tahap konsep perancangan. Metode ini ditekankan pada sistematik utama perancangan, yaitu input data yang diperoleh kemudian dianalisis, sehingga menghasilkan output yang disebut dengan konsep desain.
 Perancangan Pasar Ikan Higienis ini akan mengacu pada konsep higienis yang diterapkan pada desain bangunan, pemilihan material, penataan ruang dagang, perencanaan utilitas, kelengkapan fasilitas penunjang, konsep sirkulasi, konsep ruang, dan konsep bentuk. Selain itu juga didukung konsep manajemen penerapan standar higienis itu sendiri. Konsep-konsep ini merupakan landasan untuk menghasilkan rancangan Pasar Ikan Higienis Terpadu yang sesuai dengan tujuan yang diinginkan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar